Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.
Be yourself; Everyone else is already taken.
— Oscar Wilde.
This is the first post on my new blog. I’m just getting this new blog going, so stay tuned for more. Subscribe below to get notified when I post new updates.

Seorang wisatawan dari Australia pernah curhat tentang pengalaman travelingnya, pertama kali ia ke luar negeri adalah ke Eropa. Menurut dia, ke Eropa membuatnya merasa sangat bosan ditambah lagi dengan tiket pesawat yang mahal. Itu membuatnya merasakan perjalanan yang tak ada habisnya dan membosankan. Sedangkan untuk ke Bali, ia tak membutuhkan waktu yang lama. Bahkan, dia bisa menghabiskan uang tiket Eropa untuk merasakan berbagai villa mewah dan liburan nyaman selama di Bali.
The first time I left Australian soil I flew my way to Europe and only then did I realise we really are a far away, land down under. Not only are tickets from Australia to an overseas destination incredibly expensive but the journey itself seems endless. The first time I flew to Bali, I was in disbelief that I was physically overseas, had passed through customs and settled in to my own luxurious private villa in less than twenty-four hours, all under half the price of a standard overseas trip.

Seorang traveler bernama Will, GoingAwesomePlaces, pergi ke Bali mengantarkannya pada tempat terbaik untuk mencicipi berbagai makanan enak dengan harga murah. Ia pernah menuliskan dalam postingannya bahwa Bali membuatnya berpikir tentang berbagai makanan enak. Dia pun telah membuat list makanan yang wajib dicicipi selama di Bali, seperti nasi goreng, kari, sate dan gudeg. Ia pikir ia akan membayar mahal atas makanan itu, namun dia terkaget karena harga makanan di Bali ternyata murah meskipun ia makan banyak daging-dagingan.
Ever since going to Bali, I’ve been craving Indonesia food. Just thinking about the nasi goreng, curries, satay and gudeg has me salivating. You might not know what you’re ordering but trust me, if you’re a meat lover, you’re going to love all the different dishes Bali has to offer. The best part about Indonesian cuisine is that it’s not expensive at all. -Will

Hal mendasar yang bikin para bule mencintai Bali adalah karena orang-orangnya. Seperti pengakuan Char Taylor yang mengaku sangat merasa nyaman berada di Bali meskipun ia sedang seorang diri di sana. Karena, saat berada di setiap sudut Bali, dia selalu bisa menemukan orang yang selalu tersenyum padanya. Ia mengaku memiliki banyak teman selama di Bali dengan berbagai pekerjaan, mulai dari pelayan hotel hingga seorang petani di sawah.
If, like me you travel a lot, you’ll already know that most explorers are friendly, chatty people and that locals are usually more than happy to show you their home. However, it’s the next level in Bali! The Balinese are the most smiley people I’ve ever come across. They are warm, genuine and often tell you how humbled they are that you’ve chosen to visit their home. From staff at five-star properties to hard-working farmers in the rice paddies, you’ll always have a friend in Bali.

Will, traveler asal Toronto yang sudah pernah ke 46 negara di dunia pernah merasa terkejut ketika diajak oleh pemandu untuk keluar. Dia kira Bali adalah tempat terbaik untuk melihat pantai, surfing, dan berpesta.
Tapi, setelah berkeliling Bali bersama pemandu yang sekaligus supirnya, ternyata ia dipertemukan dengan sebuah pentas seni khas Bali, Tari Barong. Tak hanya saksikan kesenian daerah, dia pun pergi ke pasar seni, bertemu dengan orang lokal. Dan semua hal itu mengubah espektasinya tentang Bali.
I thought Bali was all beach, surfing and partying but to my surprise, once I were whisked outside .

dampak polusi bagi pariwisata, Polusi adalah pencemaran lingkungan yang menyebabkan turunnya kualitas lingkungan, dan terganggunya kesehatan serta ketenangan makhluk hidup termasuk manusia. dampak polusi bagi pariwisata,
Polutan atau zat yang menyebabkan polusi bersifat racun yang berbahaya bagi makhluk hidup. Masalah kesehatan seperti gangguan pernafasan, menurunnya daya tahan tubuh, dan masalah kesehatan lainnya dapat terjadi pada manusia akibat dari polusi udara ini.
Salah satu zat yang terkandung dalam hujan asam adalah asam sulfat (H2SO4 ) yang merupakan reaksi dari sulfur trioksida (SO3) dengan air (H2O). Hujan asam sangat berbahaya. Hujan asam dapat mematikan tanaman. Selain itu, pH yang sangat rendah juga menyebabkan korosi pada logam.
Zat polutan yang terkumpul di atmosfer menyebabkan panas matahari yang dipantulkan oleh bumi menjadi terperangkap dan tidak bisa menembus ke luar angkasa. Hal ini menyebabkan suhu bumi meningkat cukup drastis. Akibatnya, terjadi pemanasan global yang berdampak sangat buruk terhadap bumi seperti iklim yang menjadi terganggu, tanaman mati, serta mencairnya lapisan es di kutub bumi.
Kandungan CFC pada atmosfer (stratosfer) mampu mengurai ozon (O3) menjadi oksigen (O2). Kerusakan ozon ini menyebabkan bumi tidak terlindungi dari paparan radiasi UV-B yang berasal dari matahari. Radiasi UV-B ini dapat menyebabkan kanker kulit pada manusia. Selain itu, juga dapat menyebabkan penyakit pada tanaman.
Air merupakan kebutuhan pokok manusia. Apabila air tercemar, air tidak layak untuk dikonsumsi. Air yang terkontaminasi zat polutan akan bersifat sangat beracun. Mengonsumsi air yang tercemar dapat menimbulkan berbagai macam penyakit seperti diare dan yang paling parah adalah mutasi sel dan juga kanker. Mengonsumsi air tercemar juga dapat menyebabkan kelahiran cacat. Biota perariran seperti ikan, plankton, ataupun biota lainnya juga akan mati apabila air tempat tinggal mereka tercemar oleh berbagai macam polutan.
Dampak pencemaran tanah yang paling mudah terlihat adalah pemandangan yang tidak sedap karena sampah menumpuk. Selain itu, sampah-sampah yang menumpuk dan membusuk menyebarkan aroma yang sangat tidak enak. Selain dampak tersebut, polusi tanah juga dapat menyebabkan tanah menjadi tidak subur. Tanah yang tidak subur sangat tidak cocok untuk menjadi lahan pertanian. Hal ini disebabkan karena tanah yang terpolusi tidak ditinggali oleh organisme pengurai seperti cacing tanah. Hasil pertanian akan menurun drastis.
Pencemaran yang bercahaya memiliki efek buruk pada lingkungan dan sumber energi kita serta ekologi satwa liar dan penelitian astronomi. Polusi cahaya juga mempengaruhi kualitas hidup dan keamanan manusia. Berikut adalah beberapa efek samping yang dapat diketahui dari polusi cahaya.
International Dark-Sky Association (IDA), sebuah organisasi nirlaba yang meningkatkan kesadaran akan polusi cahaya, memperkirakan bahwa pencahayaan malam hari yang berlebihan melepaskan lebih dari 12 juta ton karbon dioksida, gas rumah kaca yang paling serius, ke atmosfer setiap tahunnya. Diperlukan hampir 702 juta pohon untuk menyerap karbon dioksida yang dihasilkan oleh cahaya yang terbuang.
Hasil terbuang menghasilkan limbah energi. Sebuah studi IDA 2007 memperkirakan bahwa 30% dari semua cahaya yang dipancarkan oleh perlengkapan lampu luar ruangan terbuang, yang berjumlah 22 Terawatt Hours (TWh) / tahun energi listrik terbuang. Ini setara dengan yang berikut ini:
Jumlah total energi listrik terbuang setiap tahun sudah cukup untuk menerangi lebih dari 11 juta rumah dan setara atau lebih dari 777.000 mobil.
Polusi bercahaya mempengaruhi siklus makan, tidur, kawin, dan migrasi semua satwa liar. Satwa liar juga bisa mengalami disorientasi waktu bila ada terlalu banyak cahaya buatan di malam hari.
Polusi cahaya mempengaruhi pandangan terhadap benda langit dan bintang, namun tidak ada kelompok orang yang lebih terpengaruh oleh fenomena ini daripada astronom. Tumpahan cahaya yang terarah ke langit mengganggu peralatan astronomi, dan membuat benda langit tampak samar sulit bahkan dengan bantuan teleskop.
jika polusi lingkungan begitu buruk maka wisatawan akan enggan berkunjung ke daerah tersebut
This is an example post, originally published as part of Blogging University. Enroll in one of our ten programs, and start your blog right.
You’re going to publish a post today. Don’t worry about how your blog looks. Don’t worry if you haven’t given it a name yet, or you’re feeling overwhelmed. Just click the “New Post” button, and tell us why you’re here.
Why do this?
The post can be short or long, a personal intro to your life or a bloggy mission statement, a manifesto for the future or a simple outline of your the types of things you hope to publish.
To help you get started, here are a few questions:
You’re not locked into any of this; one of the wonderful things about blogs is how they constantly evolve as we learn, grow, and interact with one another — but it’s good to know where and why you started, and articulating your goals may just give you a few other post ideas.
Can’t think how to get started? Just write the first thing that pops into your head. Anne Lamott, author of a book on writing we love, says that you need to give yourself permission to write a “crappy first draft”. Anne makes a great point — just start writing, and worry about editing it later.
When you’re ready to publish, give your post three to five tags that describe your blog’s focus — writing, photography, fiction, parenting, food, cars, movies, sports, whatever. These tags will help others who care about your topics find you in the Reader. Make sure one of the tags is “zerotohero,” so other new bloggers can find you, too.