1. Kata seorang bule asal Australia, Bali adalah tempat belibur terbaik dan terdekat dari negara mereka

Seorang wisatawan dari Australia pernah curhat tentang pengalaman travelingnya, pertama kali ia ke luar negeri adalah ke Eropa. Menurut dia, ke Eropa membuatnya merasa sangat bosan ditambah lagi dengan tiket pesawat yang mahal. Itu membuatnya merasakan perjalanan yang tak ada habisnya dan membosankan. Sedangkan untuk ke Bali, ia tak membutuhkan waktu yang lama. Bahkan, dia bisa menghabiskan uang tiket Eropa untuk merasakan berbagai villa mewah dan liburan nyaman selama di Bali.
The first time I left Australian soil I flew my way to Europe and only then did I realise we really are a far away, land down under. Not only are tickets from Australia to an overseas destination incredibly expensive but the journey itself seems endless. The first time I flew to Bali, I was in disbelief that I was physically overseas, had passed through customs and settled in to my own luxurious private villa in less than twenty-four hours, all under half the price of a standard overseas trip.
2. Apalagi kulinernya, Indonesia memang tempat terbaik untuk merasakan berbagai kuliner enak dengan harga murah

Seorang traveler bernama Will, GoingAwesomePlaces, pergi ke Bali mengantarkannya pada tempat terbaik untuk mencicipi berbagai makanan enak dengan harga murah. Ia pernah menuliskan dalam postingannya bahwa Bali membuatnya berpikir tentang berbagai makanan enak. Dia pun telah membuat list makanan yang wajib dicicipi selama di Bali, seperti nasi goreng, kari, sate dan gudeg. Ia pikir ia akan membayar mahal atas makanan itu, namun dia terkaget karena harga makanan di Bali ternyata murah meskipun ia makan banyak daging-dagingan.
Ever since going to Bali, I’ve been craving Indonesia food. Just thinking about the nasi goreng, curries, satay and gudeg has me salivating. You might not know what you’re ordering but trust me, if you’re a meat lover, you’re going to love all the different dishes Bali has to offer. The best part about Indonesian cuisine is that it’s not expensive at all. -Will
3. Turis Britania Raya, Char Taylor, mengaku bahwa Bali adalah tempat terbaik untuk mendapatkan teman

Hal mendasar yang bikin para bule mencintai Bali adalah karena orang-orangnya. Seperti pengakuan Char Taylor yang mengaku sangat merasa nyaman berada di Bali meskipun ia sedang seorang diri di sana. Karena, saat berada di setiap sudut Bali, dia selalu bisa menemukan orang yang selalu tersenyum padanya. Ia mengaku memiliki banyak teman selama di Bali dengan berbagai pekerjaan, mulai dari pelayan hotel hingga seorang petani di sawah.
If, like me you travel a lot, you’ll already know that most explorers are friendly, chatty people and that locals are usually more than happy to show you their home. However, it’s the next level in Bali! The Balinese are the most smiley people I’ve ever come across. They are warm, genuine and often tell you how humbled they are that you’ve chosen to visit their home. From staff at five-star properties to hard-working farmers in the rice paddies, you’ll always have a friend in Bali.
4. Menurut Will, destinasi wisata Bali memiliki kultur yang tak bisa dilupakan

Will, traveler asal Toronto yang sudah pernah ke 46 negara di dunia pernah merasa terkejut ketika diajak oleh pemandu untuk keluar. Dia kira Bali adalah tempat terbaik untuk melihat pantai, surfing, dan berpesta.
Tapi, setelah berkeliling Bali bersama pemandu yang sekaligus supirnya, ternyata ia dipertemukan dengan sebuah pentas seni khas Bali, Tari Barong. Tak hanya saksikan kesenian daerah, dia pun pergi ke pasar seni, bertemu dengan orang lokal. Dan semua hal itu mengubah espektasinya tentang Bali.
I thought Bali was all beach, surfing and partying but to my surprise, once I were whisked outside .
